RENCANA BISNIS (BUSINESS PLAN)
RENCANA BISNIS
(BUSINESS PLAN)
I.
Ringkasan
Kegiatan (Executive Summary)
Wood Lune merupakan usaha kecil yang ada di daerah
Bekasi yang memproduksi produk “Photo
Wood”. Produk “Photo Wood”
merupakan souvenir berbahan dasar kayu talenan dimana di permukaan kayu
tersebut ditransfer sebuah foto. Investasi awal dari pembuatan produk “Photo Wood” adalah sebesar Rp500.000,00.
Target pasar dari “Photo Wood” adalah
anak remaja seperti anak sekolah dan mahasiswa karena “Photo Wood” dapat dijadikan sebagai hadiah ulang tahun maupun
hadiah wisuda dan sidang.
II.
Deskripsi
Perusahaan
Wood Lune merupakan usaha kecil yang ada
di daerah Bekasi yang memproduksi produk “Photo
Wood”. Wood Lune didirikan oleh 2 orang mahasiswa semester akhir bernama
Luluk dan Neng. Wood Lune didirikan karena melihat peluang bisnis yang besar
akan kebutuhan anak remaja dalam memberikan hadiah kepada teman-temannya.
Nama Wood Lune sendiri terinspirasi dari
kata wood yang berarti kayu karena
bahan dasar dari pembuatan “Photo Wood”
adalah kayu, sedangkan Lune adalah singkatan dari kedua pendiri usaha Wood Lune
yaitu Luluk dan Neng. Kerugian dan keuntungan hanya ditanggung oleh kedua
pendiri usaha tersebut yaitu Luluk dan Neng.
III.
Produk
Produk yang diproduksi dan dijual oleh
Wood Lune adalah produk “Photo Wood”,
produk “Photo Wood” merupakan
souvenir yang terbuat dari talenan yang permukaannya ditransfer sebuah foto custom dari konsumen. Berikut merupakan
contoh produk dari produk “Photo Wood”.
Produk “Photo Wood” tersedia dalam tiga ukuran yaitu small, medium, dan large. “Photo Wood” berukuran small memiliki ukuran panjang 17cm,
lebar 14cm, dan tebal 1,5cm, “Photo Wood”
berukuran medium memiliki ukuran panjang
22cm, lebar 19cm, dan tebal 1,5 cm, “Photo
Wood” berukuran large memiliki
ukuran panjang 27cm, lebar 24cm, dan tebal 1,5cm. Harga yang ditawarkan oleh
Wood Lune sangat terjangkau karena target pasar dari usaha ini adalah anak
remaja seperti siswa dan mahasiswa. Berikut merupakan rincian daftar harga dari
produk “Photo Wood”:
§ “Photo Wood” small = Rp 40.000,00
§ “Photo Wood” medium = Rp 55.000,00
§ “Photo Wood” large = Rp 70.000,00
IV.
Analisa
Pasar
Analisa pasar dilakukan untuk
menganalisa dan mempelajari masalah yang dihadapi oleh Wood Lune. Masalah yang
dihadapi adalah banyaknya kompetitor yang memiliki harga murah serta memiliki
ukuran produk yang bervariatif. Masalah lain adalah banyak kompetitor yang
menawarkan jasa antar sampai ke rumah konsumen ataupun menggunakan sistem COD (Cash on delivery).
Target pasar dari Wood Lune adalah anak
remaja seperti siswa dan mahasiswa. Usia remaja dipilih karena harga yang
ditawarkan masih relatif terjangkau oleh kantong anak remaja, serta kebutuhan
mereka dalam memberikan kado atau hadiah selamat kepada teman-temannya atau
memberikan kado untuk sang kekasih.
Produk yang ditawarkan oleh Wood Lune
memiliki bahan-bahan premium seperti talenan yang dipilih adalah talenan dengan
permukaan yang halus tanpa serat, jenis kertas foto Premium Glossy Photo Paper
dipilih karena memiliki kualitas hasil foto beresolusi tinggi dan menghasilkan
gambar foto yang cerah, tinta print
foto yang dipilih adalah tinta printer pigment
(durabrite) karena hasil print yang dihasilkan memiliki hasil
yang lebih tajam dan tahan lama tidak gampang luntur, lem untuk mentransfer
foto ke atas permukaan talenan menggunakan lem Crona 22 WRG karena lem tersebut
memiliki daya rekat yang sangat tinggi, terakhir adalah finishing menggunakan politur ultran vernis propan karena memberikan
hasil yang halus dan tahan lama.
Benchmarking
merupakan alat untuk meraih berbagai keuntungan organisasi secara kompetitif,
yaitu dalam upaya mencari yang lebih baik dan menentukan siapa yang terbaik (best in class operations). Berikut merupakan
benchmarking yang dilakukan oleh Wood
Lune dengan kedua kompetitor yang berada di daerah Yogyakarta dan Bandung.
VI.
Rencana
Pemasaran / Strategi
Strategi pemasaran merupakan rangkaian
kegiatan suatu usaha yang dilakukan untuk menuju keunggulan yang kompetitif dan
berkelanjutan. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Wood Lune adalah sebagai
berikut:
§ Menjual
produk pada e-commerce atau media online lainnya seperti facebook dan instagram.
§ Memberikan
gratis ongkir untuk pembelian produk minimal belanja >Rp 150.000,00
§ Memberikan
diskon sebesar 10% untuk pembelian produk minimal belanja >Rp 200.000,00
§ Promosi
dilakukan pada media online seperti facebook
dan instagram.
VII.
Organisasi
Manajemen
Menurut Siswanto
(2005:85) struktur organisasi menspesifikasikan pembagian kerja dan menunjukkan
bagaimana fungsi atau aktivitas yang beraneka ragam yang dihubungkan sampai
batas tertentu, juga menunjukkan tingkat spesialisasi aktivitas kerja. Berikut adalah
struktur organisasi dari Wood Lune:
Keterangan
:
§ Pemilik
dari usaha ini adalah Luluk dan Neng.
§ Bagian
pemasaran dilakukan oleh Luluk. Bagian ini memiliki tugas memasarkan produk
secara online.
§ Bagian
keuangan dilakukan oleh Neng. Bagian ini memiliki tugas merekap keuangan baik
pengeluaran maupun pemasukan.
§ Bagian
produksi dilakukan oleh Luluk dan Neng. Bagian ini memiliki tugas memproduksi
produk “Photo Wood”.
§ Bagian
penjualan dilakukan oleh Luluk. Bagian ini memiliki tugas menjual produk secara
online yaitu di facebook dan instagram. Selain
itu juga menjualkan produknya di e-commerce.
§ Bagian
pembelian bahan baku dilakukan oleh Neng. Bagian ini memiliki tugas membeli
bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat produk “Photo Wood”.
VIII.
Keuangan
Fix cost
Overhead
pabrik = Rp 1.000.000,00
Biaya
administrasi = Rp 800.000,00
Variable
cost
Biaya
bahan = Rp 1.000.000,00
Biaya
tenaga kerja = Rp 1.200.000,00
Kapasitas
produksi 100 unit
Harga
jual per unit Rp40.000,00
Total
penjualan = kapasitas produksi
x harga jual per unit
= 100 x Rp 40.000,00
=
Rp 4.000.000,00
= 1.800.000,00/100
= 1.800,00/unit
= 1.800,00/unit
Biaya
variabel unit = total variable cost/kapasitas produksi
= 2.200.000,00/100
= 2.200,00/unit
= 100 unit
= 1.800.000,00 / 1- (2.200.000,00/40.000,00)
= Rp 4.000.000,00
= Rp 4.000.000,00
BEP = unit BEP x harga jual unit
= 100 unit x Rp 40.000,00
= Rp 4.000.000,00
IX.
Penutup
& Kontak
Berdasarkan rencana bisnis diatas dapat
disimpulkan bahwa dalam membuat suatu bisnis perlu membuat rencana bisnis
terlebih dahulu agar bisnis dapat lebih terstruktur dari segi target pasar,
rencana pemasaran, dan juga dari segi finansial pendiri bisnis tersebut.
Rencana bisnis yang dibuat sangat matang agar bisnis dapat berjalan dengan baik
dan terstruktur.




Komentar
Posting Komentar